Wednesday, November 18, 2009

Di Abad 21, Para Pemuda yang Gelisah

Pemilu 2009 mengingatkan kejadian 1928 yang nekad itu. Beberapa anak-anak muda mewacanakan saatnya para pemuda memimpin bangsa. Anak-anak muda ini belum 50 tahun, mereka berumur sekitar 45 tahun. Cukup muda sebagai pemimpin bangsa.

Mereka mengingatkan sudah sewajarnya Indonesia dipimpin pemuda. Mereka menyebut pada sosok Bung Karno yang menjabat presiden di usia 44 tahun, juga Suharto yang menjadi presiden di usia 46 tahun. Pemuda di sini adalah tokoh muda, yang usianya belum genap 50 tahun. Idenya, tokoh-tokoh muda itu harus berkompetisi dengan mereka yang berusia di atas 50 tahun: Megawati (61), Susilo Bambang Yudhoyono (60), Sutiyoso (64), Wiranto (61) dan Jusuf Kalla (66).

Dalam sebuah diskusi yang dihadiri Menneg Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor Saifullah Yusuf, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Yuddy Chrisnandi dan Rektor Universitas Paramadina Dr Anies Baswedan, tokoh-tokoh muda itu membincangkan kemungkinan Indonesia bakal dipimpin tokoh muda.

Mereka memiliki beberapa pokok pikiran. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan saat ini sejarah kembali memanggil kaum muda untuk bisa menjadi pemimpin, sementara itu Yuddy Chrisnandi mengatakan kaum muda yang mampu jangan takut maju menjadi capres. Lalu, Anis Baswedan mengatakan jika pemuda bisa menjawab secara nyata permasalahan bangsa saat ini, seperti kemiskinan, maka dengan sendirinya rakyat akan mendukung pemuda serta Adhyaksa mengingatkan ia masih menjadi pembantu presiden dan baru akan membicarakan masalah capres tiga bulan sebelum pilpres dilaksanakan.

Gus Ipul mengatakan bahwa dahulu kaum muda muncul saat sejarah memanggil mereka seperti Gajah Mada (Patih Kerajaan Majapahit) serta termasuk Soeharto. Akan tetapi Gus Ipul mengingatkan mereka hadir dengan ide dan kekuatan yang besar, suatu hal yang juga harus dimiliki oleh kaum muda saat ini yang ingin muncul sebagai pemimpin bangsa.

Gus Ipul sendiri tidak pesimis terhadap potensi kaum muda untuk memimpin bangsa. “Banyak yang potensial,” katanya. Antara lain menyebut nama seperti Yuddy Chrisnandi yang telah menyatakan siap menjadi capres dan Anis Baswedan yang merupakan tokoh intelektual muda.

Sementara itu Yuddy secara tegas mengatakan generasi muda harus berani menjadi calon pemimpin alternatif. “Saya imbau pemuda untuk tampil dan bangkit. Jangan ragu dan takut jikan ingin maju sebagai capres,” katanya. Yuddy mengatakan, kaum muda sangat berperan dalam sejarah seperti pada tahun 1908 (kebangkitan nasional), 1928 (Sumpah Pemuda) 1966 (melawan komunis) dan 1998 (menjatuhkan orde baru).

Di manapun anak muda adalah sumbu ledak, yang siap melakukan perubahan. Bila mereka mampu, mengapa tidak. Negeri ini butuh tenaga baru, yang menyegarkan Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment